Paranormal Indonesia Pribumi Berbicara Tentang Tuhan Yang Maha Esa

Standar

Bagi Kang Raga, keberadaan Wujud Jatidiri Tuhan Yang Maha Esa adalah Mutlak Wajib Ada Wujud Keberadaan-NYA baik secara fisik maupun non fisik. Sebab Tuhan Yang Maha Esa adalah Yang Maha (Memiliki, Menciptakan, Menguasai, Menentukan, Mengatur dan Mengendalikan) hidup dan kehidupan diri dan bumi alam semesta jagat raya ini.

Sehingga kepercayaan, keyakinan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa haruslah benar-benar berdasarkan pengenalan, pengetahuan, pembelajaran, penelitian, pengkajian, pemahaman, dan penghayatan pada hakekat ketuhanan yang sebenarnya, tidak bisa hanya berdasarkan pada keyakinan yang mengambang atau keyakinan yang bersifat asal-asalan, harus benar-benar atas dasar penyaksian dan pembuktian. 

Jika selama ini masyarakat dunia hanya mengetahui dan meyakini Jatidiri Tuhan Yang Maha Esa itu hanya sebagai Sosok yang bersifat Non Fisik atau biasa disebut Yang Maha Gaib, itu karena masyarakat bumi belum menemukan Wujud Jatidiri Tuhan Yang Sebenarnya Yang Maha Nyata Ada Wujud Fisik Jasmani-NYA. 

Hal itu karena secara umum masyarakat bumi tidak mencari untuk benar-benar menemukan Wujud Jatidiri Tuhan Yang Sebenarnya, rata-rata masyarakat bumi hanya melanjutkan kepercayaan dan keyakinan para pendahulu atau leluhur nya saja, tanpa ada upaya yang sungguh-sungguh untuk menemukan hakekat Tuhan Yang Sebenarnya,

Sehingga kepercayaan dan keyakinan masyarakat dunia pada umumnya hanya bersifat doktrin dan dogma, karena bersifat teks book, atau hanya mempelajari dan mengkaji yang ada pada buku-buku atau kitab-kitab karangan para pendahulunya.

Dan rata-rata masyarakat dunia hanya menjalankan ajaran-ajaran ketuhanan sebagaimana disampaikan dalam kitab-kitab (buku-buku) ajaran ketuhanan tersebut, tanpa mau mencontoh apa yang dilakukan oleh para pendahulunya dalam upaya menemukan Wujud Jatidiri Tuhannya. 

Seharusnya yang perlu diteladani oleh masyarakat dunia dari para pendahulunya (yang telah menemukan Wujud Jatidiri Tuhan) adalah kesungguhan dan kegigihan Mereka dalam upaya mencari dan menemukan Wujud Jatidiri Tuhannya, bukan menteladani sifat dan karakter dari para pendahulunya, apalagi mencontoh kebiasaan dan kesukaan dari para pendahulu tersebut.

Sebab kehadiran Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap masa senantiasa berubah Wujud dan Bentuk, tidak konstan atau statis, sebagaimana Kehadiran Tuhan di masa Nabi Musa yang berbeda dengan masa Nabi Isa, berbeda pada masa Nabi Muhammad, begitu juga pada masa Dewa Khresna, pada masa Dewa Shiwa, pada masa Shidarta Buddha Gautama dan di masa para pendahulu lainnya yang telah menemukan Wujud Jatidiri Tuhan Yang Sebenarnya.

Mereka Para Tokoh Tuhan itu tentunya memiliki latar belakang pencarian Jatidiri Tuhan Pemilik, Pencipta dan Penguasa Energi Kehidupan Bumi Alam Semesta Jagat Raya ini, yang layak untuk diteladani oleh masyarakat dunia, karena keberadaan Mereka itu adalah sebagai proyek percontohan (project of excample) dalam pencarian Wujud Jatidiri Tuhan Pemilik Kehidupan Bumi Alam Semesta jagat raya ini,

Begitu pun dengan kehadiran Jatidiri Tuhan Yang Maha Esa Yang Sebenarnya pada masa sekarang ini, tentu berbeda dan berubah Wujud Rupa dan Bentuk-NYA, tidak sama seperti pada masa-masa yang terdahulu itu.

Jika yang diteladani oleh masyarakat dunia adalah sifat dan karakter para tokoh pembawa ajaran ketuhanan itu, maka yang terjadi tentunya beragam perbedaan, apalagi yang diikuti adalah berupa ritual-ritual dari ajaran-ajarannya, yang tentunya menimbulkan berbagai perselisihan dan permusuhan seperti yang terjadi pada saat ini,

Dimana antara ajaran ketuhanan yang satu dengan yang lainnya seolah tidak pernah bisa disatukan, karena sama-sama mengklim sebagai ajaran ketuhanan yang paling benar. Pada masanya memang paling benar, tapi setelah berganti masa tentu yang paling benar adalah yang terkini. Dan bergantinya masa itu tentunya ditandai dengan wafatnya sang pembawa ajaran ketuhanan itu.

Artinya setelah tokoh pembawa ajaran ketuhanan itu wafat, sebenarnya ajaran-ajaran ketuhanannya itu sudah expired, karena penanggung jawab kebenaran ajarannya itu sudah tidak ada (wafat), dan ajaran-ajaran yang perlu untuk diteladani atau dicontohi itu hanyalah semangat dan kegigihannya dalam mencari Wujud Jatidiri Tuhan Yang Sebenarnya,

Sehingga masyarakat dunia pun tidak berhenti hanya pada ajarannya, tapi benar-benar berusaha seoptimal mungkin untuk menemukan Wujud Jatidiri Tuhan Yang Sebenarnya, dan sehingga hakekat ketuhanan bagi masyarakat dunia pun tidak bersifat katanya, seperti yang terjadi saat sekarang ini.

Yang jelas dan pasti bahwa Kehadiran Tuhan Yang Maha Esa pada saat sekarang ini, sangat berbeda dengan masa-masa terdahulu, begitu pun dengan ajaran yang dibawa-NYA pun sangat jauh berbeda dan jauh lebih sempurna dibandingkan dengan ajaran-ajaran ketuhanan sebelumnya.

Bersambung ke postingan yang berjudul “Paranormal Indonesia Pribumi Berbicara Tuhan Yang Maha Esa (edisi lanjutan) “

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s